Latest Post
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
08.48
Meriahnya dunia usaha di era digital tak luput dari pengamatan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah. Hal itu mendoorong BMH mengembangkan Program Mandiri Terdepan (Mapan) yang selama ini banyak menyasar masyarakat bawah di berbagai kota, daerah dan pedesaan juga memperhatikan kelompok pelajar dan mahasiswa.
“Yang selama ini berjalan memang langsung kepada pelaku usaha dengan bantuan modal usaha dan pembinaan. Tetapi, kami melihat, ada kelompok besar yang mesti juga disupport untuk siap terjun ke dunia usaha, yakni pelajar dan mahasiswa,” ungkap Ade Syariful Alam Direktur Program Pendayagunaan Laznas BMH Pusat.
Akhir pekan lalu (Sabtu, 9/4) Laznas BMH menggelar Seminar Entrepreneurship yang menghadirkan pelaku usaha yang telah belasan tahun menekuni bisnisnya.
Muhammad Faisal Thamrin konsultan HKI dan Muhammad Syarif Al-Ghifari Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hidayatullah.
Pada dasarnya kedua pemateri memberikan semangat kepada para peserta bahwa menekuni dunia usaha itu butuh kematangan mental dan mindset, bukan semata-mata modal dan potensi.
Dalam acara yang diselenggarakan di gedung pusdiklat Pesantren Hidayatullah Depok itu, peserta merasa termotivasi untuk langsung menerjuni dunia usaha.
“Ya, saya sangat tertarik untuk usaha. Apalagi ternyata untuk usaha sekarang tinggal kemauan saja. Fasilitas teknologi informasi dan komunikasi sudah cukup memadai untuk saya berlatih usaha. Siapa tau pas lulus kuliah bisa jadi pengusaha,” ungkap Ahmad Syarifin seorang peserta dari sebuah sekolah di Depok.
Ade Syariful Alam mengungkapkan bahwa ini adalah event pertama dan akan ditindaklanjuti kedepannya.
“Ini event perdana yang kami gelar. Jika nanti hasil evaluasi positif, tidak menutup kemungkinan event berikutnya akan kembali digelar di berbagai tempat,” ungkapnya.
Written By BMH Situbondo on Jumat, 27 Mei 2016 | 08.48
Meriahnya dunia usaha di era digital tak luput dari pengamatan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah. Hal itu mendoorong BMH mengembangkan Program Mandiri Terdepan (Mapan) yang selama ini banyak menyasar masyarakat bawah di berbagai kota, daerah dan pedesaan juga memperhatikan kelompok pelajar dan mahasiswa.
“Yang selama ini berjalan memang langsung kepada pelaku usaha dengan bantuan modal usaha dan pembinaan. Tetapi, kami melihat, ada kelompok besar yang mesti juga disupport untuk siap terjun ke dunia usaha, yakni pelajar dan mahasiswa,” ungkap Ade Syariful Alam Direktur Program Pendayagunaan Laznas BMH Pusat.
Akhir pekan lalu (Sabtu, 9/4) Laznas BMH menggelar Seminar Entrepreneurship yang menghadirkan pelaku usaha yang telah belasan tahun menekuni bisnisnya.
Muhammad Faisal Thamrin konsultan HKI dan Muhammad Syarif Al-Ghifari Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hidayatullah.
Pada dasarnya kedua pemateri memberikan semangat kepada para peserta bahwa menekuni dunia usaha itu butuh kematangan mental dan mindset, bukan semata-mata modal dan potensi.
Dalam acara yang diselenggarakan di gedung pusdiklat Pesantren Hidayatullah Depok itu, peserta merasa termotivasi untuk langsung menerjuni dunia usaha.
“Ya, saya sangat tertarik untuk usaha. Apalagi ternyata untuk usaha sekarang tinggal kemauan saja. Fasilitas teknologi informasi dan komunikasi sudah cukup memadai untuk saya berlatih usaha. Siapa tau pas lulus kuliah bisa jadi pengusaha,” ungkap Ahmad Syarifin seorang peserta dari sebuah sekolah di Depok.
Ade Syariful Alam mengungkapkan bahwa ini adalah event pertama dan akan ditindaklanjuti kedepannya.
“Ini event perdana yang kami gelar. Jika nanti hasil evaluasi positif, tidak menutup kemungkinan event berikutnya akan kembali digelar di berbagai tempat,” ungkapnya.
Label:
News
08.44
Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diwakili oleh Bapak Edi
Purnomo dalam Konfrensi Pers Laznas BMH di Warug Daun Cikini Jakarta
(24/2) menyatakan bahwa institusinya memiliki program Qur’an Braille.
“Melihat Laznas BMH memiliki Program Satu Juta Wakaf Qur’an, saya pikir tepat jika, BMH dengan Kementerian Sosial bersinergi untuk pendistribusian Qur’an Braille,” ungkapnya.
“Apa yang dilakukan BMH di berbagai daerah dengan menyebar wakaf Qur’an tentu sudah baik. Tetapi, mereka yang maaf, tidak bisa melihat sangat kesulitan mendapatkan Al-Qur’an. Makanya, bisa ini disinergikan agar Qur’an Braille bisa tepat sasaran,” imbuhnya.
Program Satu Juta Wakaf Laznas BMH sendiri hingga kini masih terus berlangsung. “Pada tahun 2015, Alhamdulillah telah tersalurkan sebanyak 40.133 eksemplar Qur’an ke berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Supendi selaku Direktur Utama BMH.
Terkait dengan tawaran Kementerian Sosial sendiri, Imam Nawawi selaku Humas Laznas BMH Pusat mengatakan akan segera ditindaklanjuti. “Ini sinergi baik, terutama untuk membantu saudara-saudara kita yang diuji penglihatan. Insya Allah BMH sambut baik dan akan ditindaklanjuti kedepannya,” pungkasnya.
“Melihat Laznas BMH memiliki Program Satu Juta Wakaf Qur’an, saya pikir tepat jika, BMH dengan Kementerian Sosial bersinergi untuk pendistribusian Qur’an Braille,” ungkapnya.
“Apa yang dilakukan BMH di berbagai daerah dengan menyebar wakaf Qur’an tentu sudah baik. Tetapi, mereka yang maaf, tidak bisa melihat sangat kesulitan mendapatkan Al-Qur’an. Makanya, bisa ini disinergikan agar Qur’an Braille bisa tepat sasaran,” imbuhnya.
Program Satu Juta Wakaf Laznas BMH sendiri hingga kini masih terus berlangsung. “Pada tahun 2015, Alhamdulillah telah tersalurkan sebanyak 40.133 eksemplar Qur’an ke berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Supendi selaku Direktur Utama BMH.
Terkait dengan tawaran Kementerian Sosial sendiri, Imam Nawawi selaku Humas Laznas BMH Pusat mengatakan akan segera ditindaklanjuti. “Ini sinergi baik, terutama untuk membantu saudara-saudara kita yang diuji penglihatan. Insya Allah BMH sambut baik dan akan ditindaklanjuti kedepannya,” pungkasnya.
Label:
News
09.26
Bertempat di Beisley Jamaica New York Amerika Serikat utusan dari sepuluh negara hadir dalam acara International Zakat Conference dengan tema “Zakat For Global Welfare”.
Acara yang diselenggarakan oleh World Zakat Forum pada Rabu sampai Kamis, 28-29 Mei 2014 di Kota New York Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ahmad Juwaini yang bekerja sama dengan Nusantara Foundation yang dinahkodai oleh Imam Syamsi Ali.
Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Nusantara Foundation, Imam Syamsi Ali tepat pukul 08.00 waktu setempat.
Dalam sambutannya, Imam besar Islamic Center Amerika ini mengatakan bahwa zakat adalah perintah syariat yang memiliki peran dan fungsi strategis.
“Zakat dalam konsep syariah memiliki peran dan fungsi yang sangat straegis dalam memperbaiki kualitas hidup ummat, utamanya keimanan dan kesejahteraan,” terangnya.
Lebih lanjut Syamsi Ali menjelaskan bahwa zakat sebenarnya mampu menjangkau masalah kesejahteraan dunia. “Meski zakat merupakan hak mutlak para mustahik, misi utama dari ajaran zakat adalah membantu dan memperkuat fungsi kesejahteraan global dalam kehidupan yang lebih baik. Terutama kehidupan kaum fakir dan miskin agar mereka mampu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan menjauhkan mereka dari praktik syirik,” paparnya.
“Zakat tidak saja berdimensi memberi secara konsumtif tapi juga berfungsi memotong mata rantai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tersedianya lapanganan pekerjaan dan aspek ubudiah,” imbuhnya.
Terakhir, dalam acara yang dihadiri 60 peserta undangan dari sepuluh negara itu (Indonesia, Afrika Selatan, Malaysia, Bosnia Herzegovina, Yaman, Sudan, India, Turki, dan Amerika Serikat) Imam Syamsi Ali mengatakan bahwa lebih dari sekedar manfaat, bagi muzakki, zakat adalah manivestasi iman dan tanggung jawab sosial.
“Zakat merupakan realisasi dari manifestasi tanggung jawab sosial yang sangat diutamakan dalam ajaran Islam,” tegasnya.
Karena peran dan fungsi strategis zakat yang sedemikian itu maka diperlukan keterlibatan semua stakeholder kerjasama antar lembaga zakat dunia dengan manajemen profesional yang handal sehingga target utama dari perintah zakat tersebut mampu memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan global dan kemanusiaan.
Syiar Islam
Selain terjalinnya kerjasama antar lembaga zakat acara tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan informasi positif kepada penduduk global bahwa Islam memiliki konsepsi konkrit dalam ikut serta mensejahterakan kehidupan penduduk bumi.
“Selain kesejahteraan umat, target utama acara ini adalah untuk memberikan informasi positif bagi non Muslim dunia tentang nilai cita rasa Islam yang luar biasa bagi seluruh kalangan non Muslim Internasional dan terutama Amerika Serikat,” pungkasnya.
Menurut penuturan M. Chofadz, utusan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) acara tersebut menarik perhatian Guru Besar dari The American University in Cairo, yakni Jennifer Bremer, Ph.D yang merupakan pemerhati persoalan kebijakan publik Amerika dan hubungan global.
Kemudian juga menarik perhatian seorang Christina Tasca Venjara, praktisi di International Development Human Rights yang juga pemerhati persoalan hubungan internasional.*(hidcom)
International Zakat Conference di New York Bahas Kesejahteraan Global Umat
Written By BMH Situbondo on Rabu, 04 Juni 2014 | 09.26
Bertempat di Beisley Jamaica New York Amerika Serikat utusan dari sepuluh negara hadir dalam acara International Zakat Conference dengan tema “Zakat For Global Welfare”.
Acara yang diselenggarakan oleh World Zakat Forum pada Rabu sampai Kamis, 28-29 Mei 2014 di Kota New York Amerika Serikat yang dipimpin oleh Ahmad Juwaini yang bekerja sama dengan Nusantara Foundation yang dinahkodai oleh Imam Syamsi Ali.
Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Nusantara Foundation, Imam Syamsi Ali tepat pukul 08.00 waktu setempat.
Dalam sambutannya, Imam besar Islamic Center Amerika ini mengatakan bahwa zakat adalah perintah syariat yang memiliki peran dan fungsi strategis.
“Zakat dalam konsep syariah memiliki peran dan fungsi yang sangat straegis dalam memperbaiki kualitas hidup ummat, utamanya keimanan dan kesejahteraan,” terangnya.
Lebih lanjut Syamsi Ali menjelaskan bahwa zakat sebenarnya mampu menjangkau masalah kesejahteraan dunia. “Meski zakat merupakan hak mutlak para mustahik, misi utama dari ajaran zakat adalah membantu dan memperkuat fungsi kesejahteraan global dalam kehidupan yang lebih baik. Terutama kehidupan kaum fakir dan miskin agar mereka mampu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan menjauhkan mereka dari praktik syirik,” paparnya.
“Zakat tidak saja berdimensi memberi secara konsumtif tapi juga berfungsi memotong mata rantai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tersedianya lapanganan pekerjaan dan aspek ubudiah,” imbuhnya.
Terakhir, dalam acara yang dihadiri 60 peserta undangan dari sepuluh negara itu (Indonesia, Afrika Selatan, Malaysia, Bosnia Herzegovina, Yaman, Sudan, India, Turki, dan Amerika Serikat) Imam Syamsi Ali mengatakan bahwa lebih dari sekedar manfaat, bagi muzakki, zakat adalah manivestasi iman dan tanggung jawab sosial.
“Zakat merupakan realisasi dari manifestasi tanggung jawab sosial yang sangat diutamakan dalam ajaran Islam,” tegasnya.
Karena peran dan fungsi strategis zakat yang sedemikian itu maka diperlukan keterlibatan semua stakeholder kerjasama antar lembaga zakat dunia dengan manajemen profesional yang handal sehingga target utama dari perintah zakat tersebut mampu memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan global dan kemanusiaan.
Syiar Islam
Selain terjalinnya kerjasama antar lembaga zakat acara tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan informasi positif kepada penduduk global bahwa Islam memiliki konsepsi konkrit dalam ikut serta mensejahterakan kehidupan penduduk bumi.
“Selain kesejahteraan umat, target utama acara ini adalah untuk memberikan informasi positif bagi non Muslim dunia tentang nilai cita rasa Islam yang luar biasa bagi seluruh kalangan non Muslim Internasional dan terutama Amerika Serikat,” pungkasnya.
Menurut penuturan M. Chofadz, utusan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) acara tersebut menarik perhatian Guru Besar dari The American University in Cairo, yakni Jennifer Bremer, Ph.D yang merupakan pemerhati persoalan kebijakan publik Amerika dan hubungan global.
Kemudian juga menarik perhatian seorang Christina Tasca Venjara, praktisi di International Development Human Rights yang juga pemerhati persoalan hubungan internasional.*(hidcom)
Label:
News
08.50
SUDAN.
Orang tua mana yang tak bangga melihat anaknya berprestasi di tingkat
internasional. Dan tentu lebih bahagianya lagi adalah dia berprestasi
dalam katagori penghafal Al-Qur’an terbaik.
Setidaknya rasa bangga itulah tepat dirasakan oleh Ustadz Zainuddin Musaddad dan Sulmiyati Saleh, keduanya merupakan dai Hidayatullah yang juga pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, ketika putranya menyabet juara internasional katagori penghafal Al-Qur’an terbaik.
Adalah Muhammad Baharun Musaddad, anak asuh BMH yang pernah menjadi santri di Pesantren Hidayatullah Balikpapan itu, telah berhasil menyabet juara kedua dalam perlombaan Al-Qur’an (musabaqah) yang diselenggarakan oleh Munadzomah Riaayatul Tullab al-Wafidiin, sebuah organisasi yang menaungi mahasiswa internasional di Sudan beberapa waktu lalu.
Musabaqah diikuti sekitar dua ratusan peserta dari 16 negara. Muhammad Baharun Musaddad merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang berhasil lolos ke babak final dalam kategori hifdzil qur’an (hafalan al-Qur’an) 30 juz beserta tafsir surat An Nur.
Atas prestasinya tersebut, santri murah senyum yang masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas International Afrika, Khartoum, Sudan, ini berhak meraih tiket umrah gratis beserta uang tunai sebesar 10.000 Pound, bahkan dirinya juga berkesempatan mendapat beasiswa studi di Universitas Al-Quran Alkarim.
Sementara itu, dalam kategori lain, anak asuh BMH bernama Heri Sholeh juga mendapatkan prestasi yang juga sangat membanggakan. Pria asal Palembang ini berhasil menjuarai musabaqoh 10 Juz hifdzil Quran.
“Sebelumnya saya belum memprediksikan akan meraih gelar juara dua di perlombaan ini karena sebelumnya saya minder ketika melihat para peserta banyak yang sudah menguasai qiroah saba’ah, tapi akhirnya Allah memiliki perencanaan tersendiri,” ujar Harun sebagaimana dikutip dari hidayatullah.com.
Harun dan Heri merupakan santri Hidayatullah yang mendapatkan kesempatan belajar di Sudan, atas rekomendasi ormas Hidayatullah dengan support dari Baitul Maal Hidayatullah. Bagi BMH, dai harus dipersiapkan sejak masih muda. “Bila kita melihat santri-santri memiliki potensi sebagai kader ulama masa depan, mengapa tidak BMH terlibat untuk mempersiapkan generasi emas dimasa mendatang,” ujar Sofyan Amarta dari divisi program pendayagunaan BMH Pusat.
Musabaqah yang dilaksanakan secara ketat ini memakan waktu lebih sebulan ini ditutup April lalu, dan dihadiri sejumlah rektor rektor sejumlah universitas di Sudan. Yang cukup menarik, dalam pembacaan penutupan acara yang dibawakan Harun, banyak hadirin menitikkan air mata.*(Abidurrahman – Tsauri)
Dua Anak Asuh BMH Sabet Juara Tahfidzul Quran Internasional, Dapat Beasiswa Hingga Doktor
Written By BMH Situbondo on Rabu, 07 Mei 2014 | 08.50
Setidaknya rasa bangga itulah tepat dirasakan oleh Ustadz Zainuddin Musaddad dan Sulmiyati Saleh, keduanya merupakan dai Hidayatullah yang juga pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, ketika putranya menyabet juara internasional katagori penghafal Al-Qur’an terbaik.
Adalah Muhammad Baharun Musaddad, anak asuh BMH yang pernah menjadi santri di Pesantren Hidayatullah Balikpapan itu, telah berhasil menyabet juara kedua dalam perlombaan Al-Qur’an (musabaqah) yang diselenggarakan oleh Munadzomah Riaayatul Tullab al-Wafidiin, sebuah organisasi yang menaungi mahasiswa internasional di Sudan beberapa waktu lalu.
Musabaqah diikuti sekitar dua ratusan peserta dari 16 negara. Muhammad Baharun Musaddad merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang berhasil lolos ke babak final dalam kategori hifdzil qur’an (hafalan al-Qur’an) 30 juz beserta tafsir surat An Nur.
Atas prestasinya tersebut, santri murah senyum yang masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas International Afrika, Khartoum, Sudan, ini berhak meraih tiket umrah gratis beserta uang tunai sebesar 10.000 Pound, bahkan dirinya juga berkesempatan mendapat beasiswa studi di Universitas Al-Quran Alkarim.
Sementara itu, dalam kategori lain, anak asuh BMH bernama Heri Sholeh juga mendapatkan prestasi yang juga sangat membanggakan. Pria asal Palembang ini berhasil menjuarai musabaqoh 10 Juz hifdzil Quran.
“Sebelumnya saya belum memprediksikan akan meraih gelar juara dua di perlombaan ini karena sebelumnya saya minder ketika melihat para peserta banyak yang sudah menguasai qiroah saba’ah, tapi akhirnya Allah memiliki perencanaan tersendiri,” ujar Harun sebagaimana dikutip dari hidayatullah.com.
Harun dan Heri merupakan santri Hidayatullah yang mendapatkan kesempatan belajar di Sudan, atas rekomendasi ormas Hidayatullah dengan support dari Baitul Maal Hidayatullah. Bagi BMH, dai harus dipersiapkan sejak masih muda. “Bila kita melihat santri-santri memiliki potensi sebagai kader ulama masa depan, mengapa tidak BMH terlibat untuk mempersiapkan generasi emas dimasa mendatang,” ujar Sofyan Amarta dari divisi program pendayagunaan BMH Pusat.
Musabaqah yang dilaksanakan secara ketat ini memakan waktu lebih sebulan ini ditutup April lalu, dan dihadiri sejumlah rektor rektor sejumlah universitas di Sudan. Yang cukup menarik, dalam pembacaan penutupan acara yang dibawakan Harun, banyak hadirin menitikkan air mata.*(Abidurrahman – Tsauri)
Label:
News
08.26
Sebagai
wujud kepedulian terhadap persoalan pendidikan, Baitul Maal
Hidayatullah menggelar Program Senyum Anak Indonesia. Program ini
diwujudkan dengan pemberian Beasiswa Berkah, bantuan fasilitas
pendidikan hingga pendirian sekolah dan pesantren gratis di seluruh
Indonesia. Khusus pada hari pendidikan tanggal 2 Mei 2014, BMH menggelar
pembagian tas sekolah dan paket alat tulis untuk anak-anak dari
keluarga yang tidak mampu. Even ini diganjar rekor MURI sebagai even
nasional dengan pembagian peralatan sekolah terbanyak dan serentak
(02/5).
Acara pembagian tas sekolah dan alat tulis yang dilakukan bersamaan dengan hari Pendidikan ini, menyalurkan sebanyak 10.000 tas sekolah dan alat tulis pada siswa di sekolah-sekolah terpilih di seluruh Indonesia. Tim BMH sebelumnya telah melakukan pendataan pada sekolah dan siswa yang tidak mampu untuk diberikan paket bantuan tersebut.
Tas dan alat tulis yang dibagikan merupakan kumpulan donasi yang terhimpun dari muzaki dan donatur yang peduli terhadap program Senyum Anak Indonesia. Tidak hanya individu yang turut membantu, tapi juga kelompok dan perusahaan turut menyalurkan donasinya untuk program ini.
“Alhamdulillah, semua donasi yang terhimpun adalah bagian dari kepedulian banyak pihak. Setidaknya, bantuan ini akan disalurkan serentak di 16 Provinsi dan 43 Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 2 Mei ini,” ujar Marwan Mujahidin, selaku Direktur Operasional BMH.
Secara resmi acara ini akan dibuka oleh Direktur Utama BMH, Drs. Wahyu Rahman, MM yang berlokasi di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin Bojonggede Kabupaten Bogor, dihadiri oleh Tim MURI, pejabat pemerintahan dan LAZ Indonesia Power. Pada hari yang sama juga serentak dilakukan di sekolah-sekolah yang teripilih diseluruh nusantara.**
Lebih Banyak Foto
BMH Pecahkan Rekor MURI Bantuan Fasilitas Sekolah Terbanyak dan Serentak Se-Indonesia
Acara pembagian tas sekolah dan alat tulis yang dilakukan bersamaan dengan hari Pendidikan ini, menyalurkan sebanyak 10.000 tas sekolah dan alat tulis pada siswa di sekolah-sekolah terpilih di seluruh Indonesia. Tim BMH sebelumnya telah melakukan pendataan pada sekolah dan siswa yang tidak mampu untuk diberikan paket bantuan tersebut.
Tas dan alat tulis yang dibagikan merupakan kumpulan donasi yang terhimpun dari muzaki dan donatur yang peduli terhadap program Senyum Anak Indonesia. Tidak hanya individu yang turut membantu, tapi juga kelompok dan perusahaan turut menyalurkan donasinya untuk program ini.
“Alhamdulillah, semua donasi yang terhimpun adalah bagian dari kepedulian banyak pihak. Setidaknya, bantuan ini akan disalurkan serentak di 16 Provinsi dan 43 Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 2 Mei ini,” ujar Marwan Mujahidin, selaku Direktur Operasional BMH.
Secara resmi acara ini akan dibuka oleh Direktur Utama BMH, Drs. Wahyu Rahman, MM yang berlokasi di Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam di Kampung Kedung Waringin RT 02/04 Desa Kedung Waringin Bojonggede Kabupaten Bogor, dihadiri oleh Tim MURI, pejabat pemerintahan dan LAZ Indonesia Power. Pada hari yang sama juga serentak dilakukan di sekolah-sekolah yang teripilih diseluruh nusantara.**
Lebih Banyak Foto
Label:
News
08.39
Training Motivasi Spiritual Hadapi Ujian Nasional 2014 Digelar di SMPN 1 Siman
Written By BMH Situbondo on Jumat, 25 April 2014 | 08.39
PONOROGO. Rabu (23/04) lalu, Baitul Maal Hidayatullah Ponorogo menggelar training motivasi menyambut Ujian Nasional 2014 di SMP Negeri 1 Siman Ponorogo. Bertempat di Hall sekolah tersebut, tak kurang dari 500 peserta hadir yang terdiri dari siswa kelas IX, orang tua, dan jajaran guru.
“Acara ini didesain oleh BMH dengan menghadirkan orang tua, siswa dan guru dengan maksud untuk mempertemukan ruh dan spiritual ketiganya, sehingga pertolongan Allah hadir dalam kegiatan keseharian mereka,” jelas Teguh Santoso, Kepala Divisi Pendayagunaan BMH Ponorogo.
Acara yang dipandu motivator dari BMH itu berjalan lancar hingga akhir acara. Semangat, antusias, gelak tawa, serta renungan dengan deraian air mata mengiringi training yang berjalan hampir 3 jam tersebut.
Bung Hamid, trainer BMH dalam paparanya menyampaikan, “Sudah saatnya generasi tahun ini tidak hanya sekedar lulus seratus persen, tapi bagaimana bisa lulus dengan kualitas unggulan. Lulusan dengan kualitas unggulan itu tidak hanya dari segi akademik saja, tapi bagaimana nilai spiritual siswa itu bisa menjadi kebutuhan yang mendasar.”
Kepala SMP Negeri 1 Siman Hadi suminto, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan terimakasih banyak kepada BMH yang telah memberikan layanan dakwah ke sekolah-sekolah, “khususnya SMPN 1 Siman ini, semoga acara ini bisa berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya dan BMH semakin bertambah kepercayaannya dari masyarakat,” ujarnya.** (bmhponorogo)
Label:
News
10.47
Sebelum dimulai, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok oleh
guru pembimbing dan pada tiap kelompok membuat berbagai makanan khas
racikan tangan mereka sendiri. Dengan gaya anak-anak mereka menyajikan
bebagai makanan untuk diperlombakan. Disamping itu, seluruh menu yang
sudah dikerjakan di sekolah kemudian dijual kembali dengan harga mulai
1.000 hingga 5.000 rupiah.
Pembelinya adalah wali murid, guru serta beberapa siswa dari kelas I dan II serta siswa MTs-MA Hidayatullah. Adapun juara dari kelompok putra, juara I dari kelompok Tela-tela, juara II Es Doger dan juara III Jagung Manis. Sedangkan kelompok putri juara I Naget Sayur, juara II kelompok Dawet dan juara III dari kelompok pembuat Sate Tempe.
Kegiatan yang dilaksanakan rutin tiap semester tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 3 hingga kelas 6. Subhan Birori, S.Ag, Kepala sekolah SDIT Hidayatullah dalam sambutan pembukaan berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat memberikan pelajaran langsung kepada peserta didik tentang berwirausaha.
Di tempat terpisah, Firman ZA selaku Kepala Cabang BMH Yogyakarta menyampaikan, semoga acara serupa patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain guna memberikan nilai-nilai positif bermuamalah.* (bmhjogja)
Ajari Siswa Berwirausaha, BMH Adakan Entrepreneuship For Students
Written By BMH Situbondo on Selasa, 15 April 2014 | 10.47
YOGYAKARTA.
Untuk menumbuhkan jiwa berwira usaha sejak dini, pada 2 April 2014
kemarin Baitul Maal Hidayatullah bekerja sama dengan SDIT Hidayatullah
mengadakan ‘Entrepreneurship for Students’. Acara yang diadakan di
halaman sekolah tersebut disambut antusias oleh para siswa dan wali
murid.
Pembelinya adalah wali murid, guru serta beberapa siswa dari kelas I dan II serta siswa MTs-MA Hidayatullah. Adapun juara dari kelompok putra, juara I dari kelompok Tela-tela, juara II Es Doger dan juara III Jagung Manis. Sedangkan kelompok putri juara I Naget Sayur, juara II kelompok Dawet dan juara III dari kelompok pembuat Sate Tempe.
Kegiatan yang dilaksanakan rutin tiap semester tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 3 hingga kelas 6. Subhan Birori, S.Ag, Kepala sekolah SDIT Hidayatullah dalam sambutan pembukaan berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat memberikan pelajaran langsung kepada peserta didik tentang berwirausaha.
Di tempat terpisah, Firman ZA selaku Kepala Cabang BMH Yogyakarta menyampaikan, semoga acara serupa patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain guna memberikan nilai-nilai positif bermuamalah.* (bmhjogja)
Label:
News
10.44
Menurut Koordinator BMH Madura Ahmadi, S.Pd.I, penyaluran tersebut
bertujuan agar amanah dana yang telah dikumpulkan oleh BMH se-Madura
dari masyarakat muslim di Madura tersebut benar disalurkan kepada yang
berhak menerimanya, dan supaya anak-anak yatim dan dhuafa bisa terbantu
dan meringankan biaya pendidikannya.
Salah satu anak yatim, Ulfa, yang menerima beasiswa dan dana yatim tersebut mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah mengamanahkan dananya kepada BMH, “dan telah kami terima, semoga Allah menambah rezeki bapak ibu yang berlipat ganda,” doanya.* (amd-pmk)
BMH Se-Madura Salurkan Dana Beasiswa Berkah dan Anak Yatim
PAMEKASAN.
Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) se-Madura
pada periode 22 Maret hingga 8 April 2014 mendistribusikan amanah dana
Beasiswa Berkah dan Dana Anak Yatim dari masyarakat muslimin di Madura
sebesar 249,6 juta rupiah kepada ratusan anak yatim.
Salah satu anak yatim, Ulfa, yang menerima beasiswa dan dana yatim tersebut mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah mengamanahkan dananya kepada BMH, “dan telah kami terima, semoga Allah menambah rezeki bapak ibu yang berlipat ganda,” doanya.* (amd-pmk)
Label:
News
13.19
Zakat Pengurang Pajak
Written By BMH Situbondo on Jumat, 11 April 2014 | 13.19
Oleh Budiyati, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Beberapa hari lagi bulan puasa akan segera berakhir dan umat muslim bersiap-siap menyongsong hari raya Idul Fitri. Sebelum merayakan Idul Fitri, masih ada satu kewajiban umat muslim untuk menyempurnakan ibadah puasa yaitu membayar zakat fitrah. Bagaimana masyarakat memahami kewajiban membayar zakat, infaq dan sadaqah yang merupakan kewajiban bagi umat muslim berhubungan dengan cara pandang masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim bisa dikatakan sudah taat membayar zakat. Ini bisa dilihat dari antusiasme masyarakat untuk membayar zakat baik yang disalurkan melalui masjid, lembaga pengumpul zakat maupun yang langsung membagikan kepada masyarakat. Pemberitaan media massa menjelang Idul Fitri dan Idul Adha cukup banyak orang yang membagikan zakat, infaq dan sadaqah secara langsung hingga tidak jarang menimbulkan banyak korban jiwa.
Tapi apakah masyarakat juga sudah taat membayar pajak? Ternyata masih banyak masyarakat yang taat zakat tetapi belum taat pajak. Sebagian masyarakat pajak menganggap pajak bukan sebagai kewajiban lagi karena sudah membayar zakat, infaq dan sadaqah.
Diperlukan pendekatan sosial dan kultural untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pajak dan zakat hukumnya sama yaitu wajib. Zakat merupakan kewajiban umat islam kepada Allah SWT sedangkan pajak adalah kewajiban masyarakat sebagai warga Negara Republik Indonesia. Beberapa persamaan pajak dan zakat adalah sebagai berikut; pertama bersifat wajib dan mengikat atas harta penduduk suatu negeri, apabila melalaikannya terkena sanksi, kedua zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai efisiensi penarikan keduanya dan alokasi penyalurannya, ketiga dalam pemerintahan Islam, zakat dan pajak dikelola oleh negara, keempat tidak ada ketentuan memperoleh imbalan materi tertentu didunia dan terakhir sama dari sisi tujuan yaitu untuk menyelesaikan problem ekonomi dan mengentaskan kemiskinan yang terdapat di masyarakat.
Untuk mengintegrasikan pajak dan zakat pemerintah sudah mengeluarkan peraturan dimana zakat bisa menjadi pengurang pajak dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2010 yang berlaku mulai 23 Agustus 2010 dan berlaku surut dari 1 Januari 2009. Pada aturan tersebut, zakat atau sumbangan keagamaan yang bisa menjadi pengurang pajak adalah zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam. Zakat tersebut harus dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk dan disahkan oleh pemerintah. Atau, sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.Aturan ini menyebutkan, zakat yang dibayarkan ke badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang tidak dibentuk dan disahkan oleh pemerintah, tidak bisa menjadi faktor pengurang penghasilan bruto.
Walaupun sudah dikeluarkan peraturan pemerintah mengenai zakat sebagai pengurang pajak, masyarakat wajib pajak masih banyak yang belum memanfaatkan keringanan ini. Kebiasaan masyarakat menyalurkan sendiri zakatnya dan masih belum adanya aturan yang menyebutkan lembaga mana saja yang merupakan badan/lembaga resmi penerima zakat menjadi kendala.
Untuk itu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-33/PJ/2011 yang berlaku sejak tanggal 11 November 2011 yang menetapkan 20 badan/lembaga penerima zakat yang sifatnya wajib dan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional, 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ), tiga Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shaaqah (LAZIS) dan satu Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia. Lembaga tersebut adalah sebagai berikut :
Sumber : pajak.go.id
Gambar : puspita.depkeu.go.id
Beberapa hari lagi bulan puasa akan segera berakhir dan umat muslim bersiap-siap menyongsong hari raya Idul Fitri. Sebelum merayakan Idul Fitri, masih ada satu kewajiban umat muslim untuk menyempurnakan ibadah puasa yaitu membayar zakat fitrah. Bagaimana masyarakat memahami kewajiban membayar zakat, infaq dan sadaqah yang merupakan kewajiban bagi umat muslim berhubungan dengan cara pandang masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim bisa dikatakan sudah taat membayar zakat. Ini bisa dilihat dari antusiasme masyarakat untuk membayar zakat baik yang disalurkan melalui masjid, lembaga pengumpul zakat maupun yang langsung membagikan kepada masyarakat. Pemberitaan media massa menjelang Idul Fitri dan Idul Adha cukup banyak orang yang membagikan zakat, infaq dan sadaqah secara langsung hingga tidak jarang menimbulkan banyak korban jiwa.
Tapi apakah masyarakat juga sudah taat membayar pajak? Ternyata masih banyak masyarakat yang taat zakat tetapi belum taat pajak. Sebagian masyarakat pajak menganggap pajak bukan sebagai kewajiban lagi karena sudah membayar zakat, infaq dan sadaqah.
Diperlukan pendekatan sosial dan kultural untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pajak dan zakat hukumnya sama yaitu wajib. Zakat merupakan kewajiban umat islam kepada Allah SWT sedangkan pajak adalah kewajiban masyarakat sebagai warga Negara Republik Indonesia. Beberapa persamaan pajak dan zakat adalah sebagai berikut; pertama bersifat wajib dan mengikat atas harta penduduk suatu negeri, apabila melalaikannya terkena sanksi, kedua zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai efisiensi penarikan keduanya dan alokasi penyalurannya, ketiga dalam pemerintahan Islam, zakat dan pajak dikelola oleh negara, keempat tidak ada ketentuan memperoleh imbalan materi tertentu didunia dan terakhir sama dari sisi tujuan yaitu untuk menyelesaikan problem ekonomi dan mengentaskan kemiskinan yang terdapat di masyarakat.
Untuk mengintegrasikan pajak dan zakat pemerintah sudah mengeluarkan peraturan dimana zakat bisa menjadi pengurang pajak dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2010 yang berlaku mulai 23 Agustus 2010 dan berlaku surut dari 1 Januari 2009. Pada aturan tersebut, zakat atau sumbangan keagamaan yang bisa menjadi pengurang pajak adalah zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam. Zakat tersebut harus dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk dan disahkan oleh pemerintah. Atau, sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.Aturan ini menyebutkan, zakat yang dibayarkan ke badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang tidak dibentuk dan disahkan oleh pemerintah, tidak bisa menjadi faktor pengurang penghasilan bruto.
Walaupun sudah dikeluarkan peraturan pemerintah mengenai zakat sebagai pengurang pajak, masyarakat wajib pajak masih banyak yang belum memanfaatkan keringanan ini. Kebiasaan masyarakat menyalurkan sendiri zakatnya dan masih belum adanya aturan yang menyebutkan lembaga mana saja yang merupakan badan/lembaga resmi penerima zakat menjadi kendala.
Untuk itu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-33/PJ/2011 yang berlaku sejak tanggal 11 November 2011 yang menetapkan 20 badan/lembaga penerima zakat yang sifatnya wajib dan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional, 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ), tiga Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shaaqah (LAZIS) dan satu Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia. Lembaga tersebut adalah sebagai berikut :
- Badan Amil Zakat Nasional
- LAZ Dompet Dhuafa Republika
- LAZ Yayasan Amanah Takaful
- LAZ Pos Keadilan Peduli Umat
- LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat
- LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah
- LAZ Baitul Maal Hidayatullah
- LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
- LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia
- LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil
- LAZ Baituzzakah Pertamina
- LAZ Persatuan Islam
- LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia
- LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat
- LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT)
- LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia
- LAZIS Muhammadiyah
- LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU)
- LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)
- Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)
Sumber : pajak.go.id
Gambar : puspita.depkeu.go.id
Label:
News
07.08
DJP Tetapkan Lembaga Penerima Zakat
Written By BMH Situbondo on Kamis, 10 April 2014 | 07.08
Jakarta,TANGGAP News – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menetapkan 20 Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-33/PJ/2011 yang berlaku sejak tanggal 11 November 2011. Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Dedi Ruhaedi melalui siaran persnya yang dikirimkan di Jakarta pada Jumat (15/12) yang lalu.
Sebelumnya, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 tentang Zakat dan Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto. “Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional; 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ); tiga Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZIS); dan satu Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia,” ujar Dedi.
Adapun Ke-20 Badan/Lembaga penerima zakat atau sumbangan itu adalah, Badan Amil Zakat Nasional, LAZ Dompet Dhuafa Republika, LAZ Yayasan Amanah Takaful, LAZ Pos Keadilan Peduli Umat, LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat, LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persatuan Islam, LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia, LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat, LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia, LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil, LAZ Baituzzakah Pertamina, LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT), LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia, LAZIS Muhammadiyah, LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU), LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI), dan Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI).
Sebelumnya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 telah diatur bahwa zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/ atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. Selain itu, sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah juga dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. “Dengan penetapan Badan/Lembaga penerima Zakat atau Sumbangan Keagamaan ini, Direktorat Jenderal Pajak berharap Wajib Pajak dapat dengan mudah menjalankan kewajiban perpajakannya,” pungkas Dedi.
Sumber :http://tanggapnews.com/2011/12/19/djp-tetapkan-lembaga-sebagai-penerima-zakat/
Label:
News
07.39
Guru Pedalaman Malinau Terima Santunan Pemberdayaan dari BMH
Written By BMH Situbondo on Rabu, 09 April 2014 | 07.39
Guru Pedalaman Malinau Terima Santunan Pemberdayaan dari BMH
- MALINAU. Pekan lalu (20/02), ada sesuatu yang berbeda di ruang
serbaguna pesantren Hidayatullah Malinau, Kalimantan Timur. Walau
aktivitas belajar mengajar nampak seperti biasanya, namun para siswa
cukup paham, bahwa hari itu sekolahnya ada hal yang berbeda dari
biasanya.
Benar memang, hari itu rupanya ada belasan guru sekolah terbaik versi BMH dari beberapa daerah pelosok di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Belasan guru itu tentu merasa kaget dan tidak menyangka terkait dengan apa yang terjadi waktu itu.
M. Noer Komara kepala cabang BMH Malinau, Kalimantan Timur, saat itu memang langsung turun ke lapangan guna memberikan bantuan secara simbolis kepada pihak sekolah. Diakuinya, kegiatan santunan untuk guru pedalaman memang menjadi prioritas kinerja BMH cabang Malinau yang baru merintis itu. “Bulan ini kami baru menyantuni 18 terbaik dan mudah-mudahan bulan-bulan setelahnya lebih banyak lagi,” ujarnya.
Perwakilan Sekolah Achmad Munsif selaku Kepala Administrasi dan Tata Usaha di SD Integral itu mengungkapkan, “Santunan ini sangat berarti sekali bagi guru-guru yang ada di sini. Mengingat selama ini guru swasta seperti kami sangat berbeda dengan guru-guru yang sudah menjadi pegawai negeri sipil.”
“Insya Allah ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi para guru yang ada di sini dalam mendidik anak-anak generasi mendatang. lanjut pria penyuka pakaian batik ini,” lanjut Achmad Munsif.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang pendayagunaan sektor pendidikan BMH Pusat Sofyan Amarta mengutarakan, “Sejak awal bediri BMH telah berkomitmen untuk terus memberdayakan para guru dan murid yang ada di daerah pedalaman. Bagi saya, perjuangan para guru di pelosok-pelosok negeri ini benar-benar suatu kemuliaan yang luar biasa dan harus kita dukung.” *** (Tsauri)
Benar memang, hari itu rupanya ada belasan guru sekolah terbaik versi BMH dari beberapa daerah pelosok di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Belasan guru itu tentu merasa kaget dan tidak menyangka terkait dengan apa yang terjadi waktu itu.
M. Noer Komara kepala cabang BMH Malinau, Kalimantan Timur, saat itu memang langsung turun ke lapangan guna memberikan bantuan secara simbolis kepada pihak sekolah. Diakuinya, kegiatan santunan untuk guru pedalaman memang menjadi prioritas kinerja BMH cabang Malinau yang baru merintis itu. “Bulan ini kami baru menyantuni 18 terbaik dan mudah-mudahan bulan-bulan setelahnya lebih banyak lagi,” ujarnya.
Perwakilan Sekolah Achmad Munsif selaku Kepala Administrasi dan Tata Usaha di SD Integral itu mengungkapkan, “Santunan ini sangat berarti sekali bagi guru-guru yang ada di sini. Mengingat selama ini guru swasta seperti kami sangat berbeda dengan guru-guru yang sudah menjadi pegawai negeri sipil.”
“Insya Allah ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi para guru yang ada di sini dalam mendidik anak-anak generasi mendatang. lanjut pria penyuka pakaian batik ini,” lanjut Achmad Munsif.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang pendayagunaan sektor pendidikan BMH Pusat Sofyan Amarta mengutarakan, “Sejak awal bediri BMH telah berkomitmen untuk terus memberdayakan para guru dan murid yang ada di daerah pedalaman. Bagi saya, perjuangan para guru di pelosok-pelosok negeri ini benar-benar suatu kemuliaan yang luar biasa dan harus kita dukung.” *** (Tsauri)
Label:
News
07.35
PT CNOOC dan Bank Permata Syariah Salurkan 200 Paket Pendidikan
PT CNOOC dan Bank Permata Syariah Salurkan 200 Paket Pendidikan di Manado
- Setelah satu bulan terlibat langsung dalam program tanggap darurat
bencana banjir bandang, BMH kembali melanjutkan program recovery untuk
korban bencana banjir bandang di Manado, sulawesi utara (18/02).
Program recovery BMH fokus kepada program bantuan dan perbaikan infrastruktur pendidikan. Menurut Ali Murtadho, ketua PW. Hidayatullah Sulawesi Utara yang mendampingi program tersebut mengungkapkan bahwa siswa-siswa di Manado butuh bantuan seperti buku-buku sekolah, tas dan alat tulis, serta seragam.
Hal itu dibenarkan oleh Samsul Arifin, Ketua Komite Sekolah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) At Taqwa yang mengatakan sampai saat ini beberapa meja dan kursi yang rusak karena banjir belum bisa diganti.
Arifin juga menunjukkan empat karung buku-buku bacaan serta iqra yang rusak akibat terendam banjir.
Hal serupa juga dialami oleh siswa-siswa SD Al Khairat yang terletak di bantaran DAS Tondano. Kondisi sekolah masih tampak kusam, bekas banjir yang mencapai plafon masih jelas terlihat. Dan siswanya pun sebagian besar tidak memakai pakaian seragam.
Pada kesempatan tersebut, Bank Permata syariah dan PT. CNOOC melalui BMH menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, buku dan alat tulis kepada siswa-siswa yang ada di Manado.
“Insya Allah kita akan menyalurkan perlengkapan alat ke beberapa sekolah di kecamatan Pal 2, Tikala dan Singkil,” ujar Suwito Fatah, Kepala Departemen Program Pendayagunaan BMH.
Menurut Suwito, program recovery pendidikan tersebut diharapan dapat membantu siswa-siswa mendapatkan kembali semangatnya untuk belajar menuntut ilmu.
“Hari ini kami telah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah sebanyak 200 paket di MI At Taqwa, SD al khairat dan MTs, Nurul Taqwa,” ujar Suwito. Mari buat lebih banyak lagi anak Indonesia tersenyum. Salam Senyum Anak Indonesia.
Program recovery BMH fokus kepada program bantuan dan perbaikan infrastruktur pendidikan. Menurut Ali Murtadho, ketua PW. Hidayatullah Sulawesi Utara yang mendampingi program tersebut mengungkapkan bahwa siswa-siswa di Manado butuh bantuan seperti buku-buku sekolah, tas dan alat tulis, serta seragam.
Hal itu dibenarkan oleh Samsul Arifin, Ketua Komite Sekolah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) At Taqwa yang mengatakan sampai saat ini beberapa meja dan kursi yang rusak karena banjir belum bisa diganti.
Arifin juga menunjukkan empat karung buku-buku bacaan serta iqra yang rusak akibat terendam banjir.
Hal serupa juga dialami oleh siswa-siswa SD Al Khairat yang terletak di bantaran DAS Tondano. Kondisi sekolah masih tampak kusam, bekas banjir yang mencapai plafon masih jelas terlihat. Dan siswanya pun sebagian besar tidak memakai pakaian seragam.
Pada kesempatan tersebut, Bank Permata syariah dan PT. CNOOC melalui BMH menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, buku dan alat tulis kepada siswa-siswa yang ada di Manado.
“Insya Allah kita akan menyalurkan perlengkapan alat ke beberapa sekolah di kecamatan Pal 2, Tikala dan Singkil,” ujar Suwito Fatah, Kepala Departemen Program Pendayagunaan BMH.
Menurut Suwito, program recovery pendidikan tersebut diharapan dapat membantu siswa-siswa mendapatkan kembali semangatnya untuk belajar menuntut ilmu.
“Hari ini kami telah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah sebanyak 200 paket di MI At Taqwa, SD al khairat dan MTs, Nurul Taqwa,” ujar Suwito. Mari buat lebih banyak lagi anak Indonesia tersenyum. Salam Senyum Anak Indonesia.
Label:
News
12.52
Dongeng Kak Ruby Ceriakan Anak Pengungsi
Written By BMH Situbondo on Kamis, 20 Februari 2014 | 12.52
MALANG. Selasa (18/02) siang, balai desa Kasembon, Malang terasa meriah oleh derai tawa anak-anak. Untuk sejenak, anak-anak pengungsi itu seolah melupakan kesusahannya.
Bukan tanpa sebab, siang itu balai desa Kasembon kedatangan seorang pendongeng yang andal. Kak Ruby, sang relawan pendongeng, mampu membawa imajinasi anak-anak itu ke alam cerita yang dibawakannya.
Dengan gaya bercerita yang kocak, ditambah kemampuan menirukan berbagai macam suara, Kak Ruby mampu membuat anak-anak pengungsi terpingkal-pingkal. Tentu saja, para orangtua yang menyaksikan ikut tersenyum simpul.
Hari itu Baitul Maal Hidayatullah memang sengaja mendatangkan Kak Ruby khusus untuk mencairkan suasana di pengungsian. Selain dongeng, tim relawan BMH juga menghadirkan berbagai permainan yang menghibur. “Agar mereka bisa melepas stres walau sejenak,” komentar Ratna, salah satu relawan.
Penanggungjawab posko BMH di Kasembon Makinuddin mengatakan bahwa dalam menyalurkan bantuan pun para relawan perlu cara yang kreatif. “Ini juga supaya kita tidak mudah jenuh dalam tugas kemanusiaan ini,” ujar Makinuddin. **
Label:
News
12.33

Logistik dan Layanan Medis Untuk Dusun Lahar Pang

KEDIRI. Lima hari pasca erupsi Gunung Kelud, tim Peduli Bencana Nusantara BMH masih terus bergerak membantu masyarakat yang terkena dampak letusan.
Tim Peduli Bencana Nusantara BMH mendatangi dusun Lahar Pang, Kecamatan Puncu, Kediri untuk membagikan bantuan logistik dan mengadakan pengobatan gratis (19/02).
Bantuan yang diberikan berupa mie instan, minyak goreng, gula, teh celup, biskuit, air mineral, selimut, pakaian layak pakai dan terpal. Menurut koordinator lapangan tim PBN BMH Indokhul, bantuan kali ini merupakan gelombang yang ketiga kali disalurkan. “Hari ini penyaluran yang ketiga kali dan kita ajak tim medis dari IMS agar warga bisa berobat gratis,” ungkap Indokhul.
Terungkap, dari warga yang memeriksakan kesehatannya, sebagian besar mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) karena sempat terpapar abu Kelud.
Sebagian warga hanya ke rumah pada siang hari, sedangkan setiap malam harus kembali ke pengungsian karena rumahnya masih rusak parah. “Anak-anak juga masih libur Mas, sekolahnya rusak,” ujar salah satu warga.
“Sampai saat ini warga masih sangat membutuhkan bantuan logistik terutama air mineral karena di sini sulit mendapatkan air bersih. Juga bantuan lainnya seperti terpal dan obat-obatan sangat dibutuhkan,” terang Indokhul. adep**
Label:
News







