______________________________________________________________________________
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Safari Dakwah di Pedalaman Demak

Written By BMH Situbondo on Rabu, 04 Juni 2014 | 09.34

DEMAK. Akhir Mei 2014 lalu, Baitul Maal Hidayatullah mengadakan Safari Dakwah di dua desa di pedalaman Kabupaten Demak, tepatnya di Masjid Baitul Muttaqin Desa Babalan Wedung dan Musholla Al-Istiqomah Desa Gojoyo Wedung, Kabupaten Demak.

Safari dakwah yang bertema “Meneladani Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi” itu Tausiyah oleh Ustadz Busro dari IKADI cabang Semarang.

Kepala cabang BMH Semarang Yudi Teguh Afifian mengatakan, jumlah penerima manfaat dari acara ini dari masing-masing desa itu berjumlah 500 KK.
“Mata pencaharian warga nelayan, tetapi terkenal kampung yang banyak menghasilkan putra-putri terbaiknya menjadi penghafal Qur’an,” sambung Teguh.

Di akhir acara, BMH Semarang membagikan sejumlah mushaf Al-Quran dan paket santunan untuk keluarga miskin.**(bmhsemarang/adp)

Dilatih 4 Hari, 5 Orang Dai Sabet Juara

Written By BMH Situbondo on Jumat, 25 April 2014 | 08.44


Training (Pelatihan) Kepemimpinan II “Membangun Leadership dan Managerial Skill Leader” yang berlangsung pada Kamis-Ahad (17-20/4/2014) telah usai. Sekjen Pimpinan Pusat Hidayatullah Ir Abu A’la Abdullah menutup acara ini di Masjid Ummul Quraa, Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Acara penutupan ini dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada 5 orang “dai juara”. Mereka dinilai yang terbaik dari 60-an dai Indonesia peserta pelatihan gelaran Hidayatullah Training Center (HiTC) ini.
Tampil sebagai Juara I Muhammad Sholeh Usman, dai asal Kalimantan Timur. Menyusul Juara II Dwi Subagio (Sulawesi Utara) dan Juara III Muhammad Sanusi (Papua Barat). Juara Harapan I dan Harapan II masing-masing diraih Syaiful Bahri (Nusa Tenggara Timur) dan Faturrahman (Jogjakarta).
Abu A’la dalam sambutannya mengatakan, pemberian apresiasi tersebut merupakan sesuatu yang lumrah. “Karena kita bukan makhluk halus, (tapi) makhluk nyata, memang penilaian yang zohir (jelas. Red) dibutuhkan,” ujarnya.
Baginya, penilaian ini mengandung filosofi tersendiri. Misalnya, para peserta pelatihan yang tidak juara tidak bisa memprotes. Mereka harus ikhlas menerima keputusan dewan penilai, sebab posisi mereka sebagai “makmum”.
Begitu pula, tambah Abu A’la, ketika para dai kembali ke daerah. Saat jadi imam, merekalah yang menilai para jamaah (makmum). Namun, sistem penilaian tidak boleh menuruti selera masing-masing individu. Harus ada standar penilaiannya.
“Sebenarnya kalau mau lebih sempurna semuanya saling menilai,” ujarnya dari atas mimbar.
Abu A’la berharap, para dai tersebut mampu memahami dan mengamalkan materi-materi pelatihan secara baik. Sehingga, saat mereka kembali ke tempat tugas di daerah atau wilayah masing-masing, bisa menjadi contoh bagi umat.
“Kita semuanya posisinya sama. Menjadi makmum dan juga menjadi pemimpin. Pada saat menjadi makmum dinilai oleh pemimpinnya. Sebaliknya, saat menjadi pemimpin dinilai oleh makmumnya,” ujarnya.
Memancing Dai untuk Sadar
Direktur HiTC Ir Khairil Baits mengatakan, para dai Indonesia diharapkan memiliki kesadaran akan beratnya beban yang mereka emban.
Untuk memunculkan itu, katanya, “Tidak ada jalan lain kecuali kita melakukan upgrading.”
Meski demikian, menurut Khairil, pelatihan tersebut tidak serta merta menyelesaikan masalah di medan dakwah. Namun, pelatihan ini sebagai pancingan atau motivasi bagi para dai untuk selalu meningkatkan kualitas diri masing-masing.
“Agar tidak berhenti untuk meng-upgrade dirinya, dan memotivasi kawan-kawan (dai) di daerah,” pesannya.
Panitia penjuri, Ir Ahkam Sumadiana mengatakan, penilaian ini berdasarkan sejumlah item. Di antaranya yaitu kedisiplinan atau kehadiran peserta selama pelatihan, makalah yang dibuat, laporan kinerja dakwah selama ini, dan tes-tes khusus.
“Mudah-mudahan niat kita dengan penilaian ini disikapi sebagai upaya untuk memotivasi, baik yang disebutkan namanya (para juara. Red) atau yang belum disebutkan namanya, bisa berbuat lebih maksimal lagi dalam perjalanan (dakwah) kita di daerah,” ujar Sekjen HiTC Naspi Arsyad berharap.
Khairil Baits menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam pelatihan tersebut. Ke depan, jangkauan pelatihan akan diperluas, tak sebatas untuk para dai. Agar pengelolaan dakwah khususnya di Hidayatullah menjadi lebih baik.
“Lebih jauh bagaimana umat semakin mempercayai,” harapnya.
Mengakhiri acara itu, Abu A’la berpesan agar para dai terus menekuni al-Qur’an sebagai pedoman, serta menjaga ibadah wajib dan sunnahnya.
“Juga bekerja dengan prinsip-prinsip manajemen yang rapi, dengan prinsip-prinsip kerja yang bagus,” ujarnya.
“Kita bersyukur pada Allah, training sudah berjalan dengan baik. Kembali(lah) ke tempat tugas dengan lebih semangat. Mari kita tutup dan akhiri training dengan sama-sama membaca alhamdulillah. Allahu Akbar,” pungkasnya diiringi pekikan takbir hadirin.
Para “dai juara” mendapatkan hadiah berupa bingkisan yang disponsori Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Usai acara, mereka dijamu sarapan di kediaman anggota DPD RI asal Sulawesi Selatan Abdul Aziz Kahar.* (Hidcom)

Bagi-Bagi ‘Berkah’ untuk Muallaf Tengger

Written By BMH Situbondo on Minggu, 13 April 2014 | 16.35


LUMAJANG. Program konversi ternak, dari babi ke kambing terus berlanjut. Tahap awal bantuan ‘berkah’ berupa total 61 ekor kambing telah diberikan kepada para muallaf Senduro. Rencana setelah Ramadhan akan digulirkan kembali sebanyak 110 ekor kambing. Masih membutuhkan 1.000 ekor lebih kambing untuk para muallaf Tengger di Pusung dan Pucak.
Suasana riuh dengan luapan kegembiraan menyelimuti para muallaf Senduro. Bayangan kabut yang ditemani hujan gerimis tak menyurutkan langkah mereka untuk menerima ‘berkah’ di bulan yang berkah.
Jalan yang berbatu, curam dan bahaya longsor yang mengancam itulah potret perjalanan menuju Desa Pusung Duwur Lumajang Jawa Timur. Kamis (11/07/2013) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali melanjutkan program konversi ternak sebanyak 21 ekor kambing peranakan etawa, yang sebelumnya 40 ekor. Program strategis ini adalah kelanjutan program panjang sebelumnya yang dirintis sejak tahun 2006, mulai dari pembinaan agama, khitanan massa, pemeriksaan kesehatan berkelanjutan, pipanisasi sepanjang 3km, pernikahan berkah. “Insya Allah ini adalah salah satu kelebihan program kami, tidak bersifat ‘hit and run’. Datang, memberikan bantuan, serimonial, selesai dan pulang. Namun kami ada dai yang menetap, bahkan menikah dengan penduduk setempat dan terus melakukan pembinaan, hingga pemberdayaan tidak terpaut dengan waktu,” jelas Ade Purwanto, Kepala Divisi Program BMH Pusat.
Program konversi ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mengganti kebiasaan berternak babinya dengan berternak kambing. Di harapkan program ini akan tumbuh terus menerus agar bisa menggerus daerah yang sudah terkenal sebagai sentra ternak babi di Senduro. “Harapan kami program ini akan bergulir terus hingga basis ternak babi yang terkenal di daerah ini berganti kambing,” ungkap M. Gani Irwansya, selaku penanggung jawab program konversi.
Menurutnya, ternak ini akan terus berkembang, dari satu induk yang melahirkan dua anak, akan deberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan proses ternak bergulir, diharap manfaatnya akan semakin merata kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ini adalah berkah di bulan Ramadhan, kami sangat senang mendapat perhatian,” ujar Yono, penerima manfaat.
Ayo bantu mereka, dari yang haram menjadi halal dan berkah. **

Pelatihan Optimalisasi Dakwah dan Pemberdayaan Dai

Written By BMH Situbondo on Rabu, 09 April 2014 | 07.47

Pelatihan Optimalisasi Dakwah dan Pemberdayaan Dai. Bertempat di kampus Pondok Pesantren Hidayatullah kota Cirebon, tanggal 1-2 Februari 2014 Baitul Maal Hidayatullah cabang Cirebon bersama Pimpinan Daerah Hidayatullah Cirebon mengadakan training Da’i Membangun Negeri yang bertema Optimalisasi Dakwah dan Pemberdayaan Da’i. Training ini diikuti oleh para da’i muda dari kalangan pengurus masjid, mahasiswa dan aktivis dakwah di kampus maupun di masyarakat.

Dalam acara ini tampil sebagai pembicara utama yaitu Ust. Ahmad Yani, MA (Ketua Islamic Center Kota Cirebon), Ust. Dedi Ahyadi,Lc (Da’i dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), ust Yani Nurdani Suwita Sastra,Apt (Herbalis), Ismail Abu Zahfa (Kepala BMH Cabang Cirebon), Ust. Sigit Setiawan, MA (pendiri Hidayatullah Cirebon).

Pada pelatihan tersebut Ust Ahmad Yani menyampaikan pentingnya peran da’i berbasis masjid. Ismail Abu Zahfa menyampaikan mudahnya belajar dan menerjemahkan Al-Qur’an dengan metode Grand MBA (Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an). Ust Sigit setiawan memberikan pengalamannya dalam berdakwah, khususnya perjalanan dakwah sampai berdirinya Hidayatullah Cirebon. Ust. Yani Nurdani memberikan materi pentingnya seorang da’i memiliki jiwa enterpreneur yang andal sehingga mampu hidup secara mandiri. Materi terakhir disampaikan oleh Ust. Dedi Ahyadi yang mengupas tuntas problematika dalam berdakwah.

Sengaja acara ini didesain untuk menginap, agar peserta juga bisa menikmati sholat lail bersama dan merasakan nikmatnya hidup berjamaah.

Harapan dari acara ini mudah mudahan peserta dapat lebih optimal dalam melakukan dakwah di masyarakat dan mampu memberdayakan, baik da’i itu sendiri maupun masyarakat secara umum.

Kedepan setelah acara ini selesai peserta diharapkan ada pertemuan setiap bulan sekali untuk mempertajam dan memperkuat dasar-dasar berdakwah bagi seorang da’i. **(bmh-cirebon)

Sebelum Ditugaskan, Dinikahkan oleh BMH

Sebelum Ditugaskan ke Pedalaman Papua, Tiga Dai Tangguh Ini Dinikahkan oleh BMH. Cuaca di atas awan kota Merauke Ahad itu (09/03) sangat cerah, tidak mendung namun tidak panas seperti musim kemarau. Entah kenapa, seakan cuaca sangat mengerti bahwa BMH sedang ada hajatan besar berupa pernikahan kader dai, dimana hajatan seperti ini merupakan yang pertama kali diadakan di bumi Merauke, Papua Barat. “Alhamdulillah ini semua berkat pertolongan Allah SWT,” tutur Sahriadi. Kepala Cabang Baitul Maal Hidayatullah Merauke.

Antusiasme dari masyarakat muslim Merauke sangat tinggi. Para donatur, santri, simpatisan pesantren, hingga para pedagang hadir dalam syiar tersebut. Tidak kurang dari seribu warga yang menyaksikan Walimatul Ursy Pernikahan Mubarok Hidayatullah Merauke itu.

Adapun tiga da’i tangguh yang dinikahkan adalah Ustadz Asdar, SE dengan Qonita Iriani; Indra Rizky dengan Dewi Susilowati; dan yang ketiga adalah Ustadz Fajainuri dengan Farida Nur Aini.

“Ketiga dai itu, sudah mendapatkan tempat tugasnya masing-masing nantinya setelah menikah. Tiga wilayah pedalaman, di antaranya Kabupaten Asmat, Okaba dan Keti, di mana daerah tersebut merupakan wilayah pemekaran di Papua,” lanjut Sahriadi.

Hadir dalam walimatul ursy itu pengurus pusat Hidayatullah Ustadz Yusuf Suradji. Dalam khutbah nikahnya beliau secara khusus berpesan pada para mempelai agar saling mengerti, saling menasehati, saling mendukung serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bila hal tersebut diamalkan dengan baik, insya Allah keharmonisan rumah tangga akan didapatkan. Di pedalaman pun berhak untuk bahagia, karena bahagia tidak mengenal tempat dan waktu.

Sementara itu, mewakili para mempelai Ustadz Indra Rizky secara khusus menyampaikan terimakasihnya kepada panitia pelaksana, khususnya dari BMH dan para donatur, simpatisan, para asatidz di pondok pesantren yang telah membantu pernikahannya hingga sukses. “Sungguh ini sangat luar biasa bagi kami dan teman-teman yang menikah hari ini,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh ketua Pengurus Daerah Hidayatullah Merauke, “Syiar dakwah seperti ini memang harus terus kita lakukan. Masyarakat kurang mampu harus kita bantu untuk melangsungkan pernikahan yang nyaman dan berkah. Mudah-mudahan tahun-tahun selanjutnya BMH dan seluruh elemen dai Hidayatullah di Merauke ini lebih menggiatkan lagi pernikahan berkah seperti ini.” **(Tsauri)
 
Support : BMH Situbondo | PD Hidayatullah Situbondo | LPI Al-Amin
Copyright © 2014. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Situbondo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger